Sorothari – 01 November 2026 | Kabar tak sedap datang dari bintang Timnas Mesir sekaligus penggawa Trabzonspor, mo salah. Penyerang berusia 34 tahun itu dilaporkan mengalami perselisihan dengan pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, terkait keputusan taktis dalam sejumlah pertandingan terakhir. Menanggapi hal tersebut, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) disebut tengah mempertimbangkan mengirim delegasi khusus ke Trabzon, Turki, untuk bertemu langsung dengan Salah dan meredakan ketegangan.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui pernyataan seorang akademisi dan pengamat media asal Mesir, Dr. Mohammed Tharwat. Menurutnya, perselisihan antara Salah dan Hossam Hassan mulai terendus setelah sang pemain beberapa kali diambil keputusan kontroversial dalam pertandingan internasional. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari EFA maupun kubu Trabzonspor mengenai rencana kunjungan tersebut.
Baca juga:Pemicu Perselisihan: Keputusan Taktis di Laga Internasional
Menurut laporan yang beredar, sumber utama ketegangan adalah keputusan Hossam Hassan menarik Salah keluar lapangan pada laga melawan Angola. Keputusan itu dianggap tidak lazim mengingat peran vital Salah sebagai kapten dan penentu permainan. Selain itu, keputusan menjelang dan selama pertandingan melawan Sudan Selatan juga disebut memperkeruh hubungan keduanya.
Pada laga melawan Sudan Selatan, Salah sempat diistirahatkan dengan alasan lapangan menggunakan permukaan rumput sintetis. Namun, keputusan itu menuai pertanyaan karena Salah kemudian tetap bermain untuk Trabzonspor di kompetisi Eropa yang juga menggunakan rumput sintetis. Perbedaan perlakuan ini dinilai menjadi salah satu pemicu ketidaksepahaman antara pemain dan pelatih.
Dr. Mohammed Tharwat dalam keterangannya menilai keputusan pergantian pemain yang dilakukan Hassan kurang tepat. Ia menegaskan bahwa Salah memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan, sehingga menariknya di momen-momen krusial justru merugikan timnas. Tharwat mendorong agar pelatih memaksimalkan potensi Salah alih-alih menempatkannya di bangku cadangan pada situasi genting.
Langkah Federasi dan Nama-Nama yang Disebut Terlibat
Masih menurut informasi yang sama, Federasi Sepak Bola Mesir tidak tinggal diam. Ketua EFA, Hani Abu Rida, bersama salah satu pengurus, Mustafa Azzam, disebut tengah menjajaki upaya penyelesaian. Salah satu opsinya adalah mengirim delegasi ke Trabzon untuk bertemu langsung dengan Salah dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan staf pelatih timnas.
Baca juga:Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai susunan delegasi maupun jadwal kunjungan. EFA juga belum merilis pernyataan resmi terkait isu ini. Publik pun diminta menunggu perkembangan lebih lanjut sembari mencermati apakah langkah diplomasi federasi mampu mencairkan situasi.
Di sisi lain, Trabzonspor belum memberikan komentar apa pun. Klub yang berbasis di kawasan Laut Hitam Turki itu tampaknya masih fokus pada agenda kompetisi dan belum ingin menanggapi spekulasi yang berkembang di media Mesir dan Turki.
Rekam Jejak dan Posisi Salah di Timnas
Mo Salah merupakan salah satu ikon sepak bola Mesir modern. Sejak memperkuat timnas senior, ia telah menjadi tumpuan utama di lini depan dan sering menjadi pembeda dalam laga-laga penting. Bersama Trabzonspor, ia didatangkan pada awal musim dari Liverpool dan langsung menjadi sorotan publik Turki.
Perselisihan dengan pelatih bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola, tetapi dampaknya bisa signifikan bagi stabilitas timnas, terutama menjelang agenda turnamen internasional. Mesir tentu berharap masalah ini dapat diselesaikan secara internal tanpa mengganggu performa tim.
Baca juga:Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa Salah akan menarik diri dari timnas. Namun, perkembangan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah hubungan antara sang pemain, pelatih, dan federasi. Semua mata kini tertuju pada langkah EFA dan respons Trabzonspor selaku klub yang menaungi Salah.












