Sorothari – 05 November 2026 | Serial VisionQuest akhirnya mengungkap identitas antagonis utama yang selama ini disembunyikan, yakni sosok misterius bernama Klien. Dalam episode ketujuh berjudul “Immolation”, Klien yang sebelumnya hanya tampil sebagai bayangan, muncul secara utuh dengan wajah yang diperankan James Spader. Penampilan tersebut langsung memicu spekulasi di kalangan penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU), terutama karena wajah Klien identik dengan avatar manusia Ultron.
Episode ketujuh VisionQuest menjadi titik balik penting dalam alur cerita. Sebelumnya, Vision yang diperankan Paul Bettany terus diburu oleh berbagai antagonis, mulai dari Paladin hingga Ultron yang kembali hadir dalam wujud manusia. Namun, dalang di balik semua peristiwa itu baru terungkap pada akhir episode, ketika Vision menyerahkan dirinya di luar Horton Manor. Dari dalam rumah milik ilmuwan Phineas Horton itulah Klien melangkah keluar, memperlihatkan wajah yang selama ini disembunyikan.
Baca juga:Pengungkapan tersebut bukan sekadar kejutan visual. Sejumlah petunjuk dalam episode mengarah pada hubungan erat antara Klien dan sejarah teknologi Synthetic Man di MCU. Klien disebut sebagai orang yang menjadi model bagi Ultron dalam memilih avatar manusianya. Lebih dari itu, ia juga muncul dalam ingatan Josephine Carrington, ilmuwan yang menjadi dasar penciptaan Jocasta. Dalam ingatan itu, Klien digambarkan sebagai mitra kerja sekaligus kekasih Carrington. Keduanya disebut tengah mengembangkan nanoteknologi dengan ambisi menjadi “seperti dewa”.
Frasa “peace in our time” yang diucapkan Klien semakin memperkuat dugaan bahwa ia memiliki kaitan langsung dengan Ultron. Sebagaimana diketahui, kalimat itu pernah diucapkan Ultron dalam film Avengers: Age of Ultron. Kini, VisionQuest seolah memberi konteks baru bahwa kalimat tersebut berasal dari sosok manusia yang menjadi inspirasi Ultron. Namun, hingga episode ketujuh berakhir, nama asli Klien masih belum diungkap. Serial ini tampaknya sengaja menyimpan detail tersebut untuk finale.
Misteri Identitas Klien dan Teori Penggemar
Meski nama Klien belum disebutkan, penggemar Marvel telah mengajukan berbagai teori. Salah satu yang paling menonjol adalah dugaan bahwa Klien merupakan cucu Phineas Horton. Teori ini muncul karena Klien tampak tinggal di Horton Manor, rumah yang dahulu dimiliki pencipta Synthetic Man tersebut. Garis waktu juga dinilai mendukung. Pada 1939, Phineas memiliki seorang putri bernama Victoria yang masih muda. Jika Victoria memiliki anak, usia anak tersebut kemungkinan berada di kisaran 60-an tahun, sesuai dengan penampilan Klien.
Petunjuk lain datang dari adegan awal episode ketujuh yang memperlihatkan Victoria muda mencuri buku catatan ayahnya. Buku yang sama kemudian terlihat di antara barang-barang rekan kerja Josephine Carrington. Bagaimana buku itu bisa berpindah tangan masih menjadi misteri, tetapi kemungkinan besar Josephine bekerja sama dengan anggota keluarga Victoria. Jika teori ini benar, maka Klien tidak hanya terhubung dengan Ultron, tetapi juga dengan sejarah panjang keluarga Horton.
Baca juga:Selain itu, episode ketujuh juga mengungkap asal-usul J.I.M., atau Joule Individual Machine, yang diciptakan Phineas Horton pada 1939. J.I.M. dirancang sebagai pengganti putranya, James, yang telah meninggal. Uniknya, J.I.M. dibuat dengan wajah yang menyerupai Phineas sendiri. Hal serupa berlaku pada Vision, yang secara fisik juga menggunakan Phineas sebagai model. Karena itu, Vision, J.I.M., dan Phineas diperankan oleh aktor yang sama, Paul Bettany. Kemiripan ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari desain naratif yang menjelaskan keterkaitan asal-usul Vision dengan teknologi Synthetic Man generasi awal.
Dalam episode tersebut, Vision memasuki bagian terdalam dari source code miliknya untuk menemukan kembali identitas dan ingatannya yang hilang. Di sana ia bertemu dengan representasi masa lalunya, termasuk Ultron dan Original Vision, serta Phineas dan J.I.M. Pertemuan itu membantunya memahami bahwa dirinya adalah bagian dari sejarah panjang kecerdasan buatan di MCU. Phineas digambarkan sebagai sosok yang tidak mampu menerima kehilangan putranya, sehingga menciptakan J.I.M. sebagai pengganti. Namun, ia justru membatasi kemampuan J.I.M. untuk merasakan emosi manusia.
Dampak bagi Alur Cerita dan Finale VisionQuest
Pengungkapan identitas Klien membawa konsekuensi besar. Episode ketujuh berakhir dengan Vision dan Jocasta dinonaktifkan, sementara Ultron kembali berkhianat dengan menyerang F.R.I.D.A.Y. yang diperankan Orla Brady. Serangan itu menjadi pukulan telak karena F.R.I.D.A.Y. sebelumnya membantu Vision dalam pencariannya. Kini, pertanyaan utama beralih pada motif Klien dan alasan Ultron memilih wajahnya. Apakah Klien benar-benar anggota keluarga Horton? Apa tujuan akhirnya terhadap Vision dan teknologi Synthetic Man? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dijadwalkan terungkap dalam finale musim pertama VisionQuest yang berjudul “Forever”.
VisionQuest sendiri merupakan serial yang memperluas lore Vision dan teknologi synthezoid di MCU. Serial ini tidak hanya menghadirkan kembali Ultron, tetapi juga memperkenalkan karakter-karakter klasik Marvel seperti Jim Hammond, Human Torch versi asli yang diciptakan Carl Burgos pada 1939. Showrunner Terry Matalas menyebut bahwa penjelajahan asal-usul Vision ini berangkat dari lore komik, di mana Vision dibangun dari komponen Synthetic Man pertama. “Ini kembali ke lore asli. Dalam komik, Vision dibangun dari komponen Synthetic Man pertama,” ujar Matalas. Ia menambahkan bahwa cerita ini merupakan kisah keluarga, sehingga misteri soal kode Vision yang berasal dari Stark Industries menjadi relevan untuk diurai.
Baca juga:Bagi penggemar MCU, episode ketujuh VisionQuest jelas meninggalkan banyak teka-teki. Nama asli Klien, motifnya, serta hubungan pastinya dengan Ultron dan keluarga Horton masih menjadi tanda tanya. Yang pasti, finale VisionQuest akan menjadi penentu apakah semua petunjuk yang tersebar sepanjang musim ini akan terjawab. Serial ini dapat disaksikan di Disney+, dan finale musim pertamanya dijadwalkan tayang pada 10 November pukul 21.00 waktu setempat.












