Gol Vedat Muriqi Hentikan Rekor Sempurna Liverpool di Markas Fenerbahce

Gol Vedat Muriqi Hentikan Rekor Sempurna Liverpool di Markas Fenerbahce
Gol Vedat Muriqi Hentikan Rekor Sempurna Liverpool di Markas Fenerbahce

Sorothari – 06 November 2026 | Gol Vedat Muriqi pada menit ke-79 menjadi penentu kekalahan Liverpool 2-3 dari Fenerbahce dalam laga matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Striker asal Kosovo itu memenangi duel udara sebelum menanduk bola ke sudut kiri gawang Alisson Becker, sekaligus membalikkan keadaan setelah The Reds dua kali memimpin pertandingan. Kekalahan ini mengakhiri catatan sempurna Liverpool yang sebelumnya menyapu bersih tiga pertandingan pertama di fase liga.

Hasil tersebut juga menghadirkan catatan bersejarah bagi Fenerbahce. Menurut laporan Anadolu Agency, kemenangan terakhir klub asal Istanbul itu di kompetisi utama Liga Champions terjadi pada 2 April 2008, ketika mengalahkan Chelsea di perempat final. Lebih dari 18 tahun berselang, Fenerbahce kembali meraih kemenangan di panggung tertinggi Eropa, dan kali ini salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola Eropa menjadi korbannya.

Baca juga:
Fenerbahce Vs Liverpool: Gol Dramatis Vedat Muriqi Akhiri Rekor Sempurna The Reds

Liverpool sebenarnya mengawali pertandingan dengan permainan menyerang. Pada menit ke-25, gelandang muda Trey Nyoni melepaskan tembakan keras yang mengenai pemain belakang Fenerbahce sebelum bola masuk ke gawang yang dijaga Ederson. Keunggulan tim tamu hanya bertahan empat menit. Mason Greenwood melepaskan tendangan bebas yang membentur pemain Liverpool, Jacquet, sehingga bola berubah arah dan mengecoh Alisson Becker.

Memasuki babak kedua, Liverpool kembali mengambil inisiatif serangan. Sejumlah peluang sempat tercipta, tetapi Ederson tampil solid di bawah mistar. Usaha The Reds akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Cody Gakpo melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang yang disambut sundulan Alexander Isak. Penyerang asal Swedia itu memenangi duel udara untuk membawa Liverpool kembali unggul 2-1.

Namun, keunggulan tersebut kembali gagal dipertahankan. Hanya berselang empat menit, Archie Brown menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah memanfaatkan bola yang gagal dibersihkan Gakpo dari umpan lambung N’Golo Kante. Petaka Liverpool semakin lengkap pada menit ke-79. Berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh, Brown mengirimkan bola ke depan gawang, dan Vedat Muriqi sukses memenangi duel udara melawan tiga pemain Liverpool sebelum menanduk bola ke sudut kiri gawang Alisson.

Tertinggal 2-3, Liverpool berusaha meningkatkan tekanan pada sisa pertandingan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang mampu diciptakan pasukan The Reds. Fenerbahce pun mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukung sendiri.

Baca juga:
Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27: PSG Pimpin, Madrid Buntuti, Como Melonjak

Bola Mati Jadi Petaka Liverpool

Seluruh gol Fenerbahce berawal dari situasi bola mati, dan hal itu menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Gol pertama lahir dari tendangan bebas Greenwood, gol kedua berawal dari sepak pojok yang dimanfaatkan Brown di tiang jauh, sedangkan gol kemenangan Muriqi berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh.

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menilai buruknya antisipasi terhadap bola mati menjadi faktor utama kekalahan timnya. Ia kecewa karena tim sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi pertandingan, tetapi gagal mengatasi tiga ancaman yang sudah diketahui sebagai kekuatan lawan. Kritik terhadap lemahnya pertahanan Liverpool dalam menghadapi situasi bola mati pun mencuat menyusul hasil ini.

Di sisi lain, Fenerbahce menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Dua kali tertinggal, mereka selalu mampu menemukan jawaban sebelum akhirnya berbalik unggul. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Fenerbahce pada fase liga musim 2026/2027, setelah sebelumnya bermain imbang melawan AS Roma dan Slavia Praha serta kalah dari Aston Villa.

Dampak pada Klasemen

Berdasarkan klasemen sementara fase liga, Liverpool yang dilatih Andoni Iraola tertahan di peringkat kesembilan dengan koleksi sembilan poin. Sementara itu, Fenerbahce naik ke posisi ke-19 dengan lima poin setelah mengamankan kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri.

Baca juga:
Fenerbahce Comeback Dramatis, Liverpool Kalah 2-3 di Liga Champions

Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi peringatan serius menjelang laga-laga berikutnya. Rekor sempurna mereka telah berakhir, dan catatan pertahanan yang mengkhawatirkan dalam mengantisipasi bola mati menjadi pekerjaan rumah bagi Iraola dan staf pelatihnya.

Fenerbahce sendiri menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Ederson di bawah mistar, didukung Semedo, Skriniar, Peprah, dan Brown di lini belakang. Guendouzi, Kante, dan Yuksek mengisi lini tengah, sementara Greenwood, Lukaku, dan Kahveci menjadi ujung tombak. Muriqi baru masuk pada menit ke-63 menggantikan Lukaku, dan keputusan tersebut terbukti jitu setelah ia mencetak gol penentu kemenangan.

Kemenangan atas Liverpool menjadi modal berharga bagi Fenerbahce untuk menjaga asa di fase liga Liga Champions musim ini. Sementara The Reds dituntut segera bangkit dan memperbaiki kelemahan mereka, terutama dalam menghadapi situasi bola mati, agar tetap bersaing di jalur tim teratas klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *