Berita  

Rangkaian Kecelakaan di Berbagai Wilayah: Kiper Trabzonspor Selamat, Pelajar Tewas, dan Oknum TNI Diperiksa

Rangkaian Kecelakaan di Berbagai Wilayah: Kiper Trabzonspor Selamat, Pelajar Tewas, dan Oknum TNI Diperiksa
Rangkaian Kecelakaan di Berbagai Wilayah: Kiper Trabzonspor Selamat, Pelajar Tewas, dan Oknum TNI Diperiksa

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Sejumlah peristiwa kecelakaan terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan di berbagai wilayah, mulai dari Turki hingga sejumlah daerah di Indonesia. Insiden paling menonjol melibatkan kiper Trabzonspor, Andre Onana, yang selamat tanpa luka setelah mobil yang dikemudikannya terlibat tabrakan beruntun di kawasan Yomra, Trabzon, Turki, Kamis lalu. Kecelakaan itu terjadi ketika Onana bersama keluarganya dalam perjalanan pulang usai laga Liga Konferensi Eropa melawan Hearts.

Di dalam negeri, seorang pelajar meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor di Karangrejo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat siang. Sementara itu, di Lamongan, Jawa Timur, seorang anggota TNI yang terlibat kecelakaan dengan pengendara sepeda motor dilaporkan kabur dan memicu pengejaran warga sebelum akhirnya diamankan polisi.

Baca juga:
Pengemudi Pajero Tabrak Pelajar SMP di Mampang Prapatan, Satu Tewas dan Dua Luka

Onana Selamat Tanpa Luka

Berdasarkan laporan kantor berita Reuters yang mengutip situs 61saat, insiden yang menimpa Onana terjadi di kawasan Yomra, Kota Trabzon, usai pertandingan melawan klub Skotlandia Hearts. Mobil yang dikemudikan kiper asal Kamerun itu ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain, sehingga terdorong dan menabrak kendaraan di depannya. Meski terlibat tabrakan beruntun, Onana dan seluruh anggota keluarganya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

Para pejabat klub Trabzonspor disebut langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi sang pemain. Presiden Trabzonspor, Ertugrul Dogan, menegaskan bahwa Onana dalam kondisi baik setelah kecelakaan tersebut. Onana sendiri bergabung dengan Trabzonspor dengan status pinjaman dari Manchester United pada 2025.

Pelajar Tewas di Semarang

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sultan Agung, kawasan Karangrejo, Semarang, Jumat (23/10/2026) siang. Seorang pelajar yang masih mengenakan seragam pramuka meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha R 25 dengan nomor polisi H 4369 YU. Helm yang dikenakan korban ditemukan dalam kondisi pecah.

Kasubnit 2 Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang, Iptu Rio Widiyanto, mengatakan korban meninggal di lokasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Kariadi. Dari olah tempat kejadian perkara sementara, polisi menduga kecelakaan melibatkan tiga kendaraan: sepeda motor korban, sebuah mobil Wuling Alvez berpelat B 1610 ZOF, dan satu mobil hitam yang identitasnya belum diketahui.

Baca juga:
Rangkaian Kecelakaan Maut di Akhir Pekan: Suporter PSS Sleman hingga Pasutri di Pasuruan

Menurut Rio, motor korban melaju dari arah Jalan Sultan Agung menuju Stadion Jatidiri. Di lokasi kejadian, sebuah mobil hitam yang belum diketahui jenisnya memperlambat laju kendaraan karena ada mobil lain yang keluar dari gang. Akibatnya, pengendara motor terjatuh ke arah kanan dan mengalami kecelakaan. Polisi masih menyelidiki identitas mobil hitam tersebut.

Oknum TNI di Lamongan Diperiksa Internal

Di Lamongan, seorang anggota TNI berinisial BS terlibat kecelakaan dengan pengendara sepeda motor di Kecamatan Ngimbang. Insiden itu memicu kemarahan warga yang sempat mengejar mobil BS hingga berhenti di Jalan Raya Babat-Jombang, Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring. Warga bahkan sempat merusak mobil milik BS sebelum petugas kepolisian tiba dan membubarkan kerumunan.

Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyatakan pihaknya telah menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan dengan korban di Polsek Ngimbang. Kedua belah pihak membuat surat pernyataan tidak ada tuntutan di kemudian hari, dan Kodim memberikan santunan kepada korban. Korban dilaporkan tidak mengalami luka serius.

Meski demikian, Deni menegaskan proses pemeriksaan internal terhadap anggotanya tetap berjalan. “Kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk kemudian memberikan sanksi. Akan ada sanksi administrasi, tidak tertutup kemungkinan tunda pangkat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026). Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan satuan kepada korban serta keluarganya.

Baca juga:
AS Perkuat Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru untuk Rusia, Uni Eropa Blokir Platform Kripto

Bahaya Motor Listrik di Bawah Umur

Di Amerika Serikat, sejumlah orang tua menghadapi tuntutan pidana karena membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor listrik. Jaksa Distrik Orange County, California, Todd Spitzer, mengatakan pihaknya telah mengajukan tuntutan terhadap 12 orang tua sepanjang 2026. Salah satu kasus melibatkan Benson Nguyen, remaja 13 tahun yang meninggal setelah menabrak tiang lampu saat mengendarai motor listrik berkecepatan lebih dari 40 mil per jam pada Mei 2026.

Spitzer menegaskan bahwa langkah hukum itu diambil untuk menyelamatkan nyawa anak-anak lain dan memastikan orang tua bertanggung jawab. “Saya juga manusia. Saya telah membesarkan dua anak,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa penindakan tegas diperlukan ketika kelalaian pengawasan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius.

Hingga saat ini, penyelidikan atas kecelakaan di Semarang masih berlangsung, sementara pemeriksaan internal terhadap oknum TNI di Lamongan dijadwalkan berlanjut. Kasus Onana di Turki tidak berdampak pada kondisinya, dan ia diharapkan tetap memperkuat Trabzonspor pada laga-laga berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *