Hesson Akui Pakistan Harus Kejar Ketertinggalan dari India di T20

Hesson Akui Pakistan Harus Kejar Ketertinggalan dari India di T20
Hesson Akui Pakistan Harus Kejar Ketertinggalan dari India di T20

Sorothari – 07 November 2026 | Persaingan Pakistan vs India kembali menjadi sorotan menjelang Asian Games di Jepang. Pelatih kepala tim kriket Pakistan, Mike Hesson, mengakui bahwa anak asuhnya masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengejar level India dalam format Twenty20 (T20). Pernyataan itu disampaikan Hesson di Karachi sebelum tim berangkat ke Jepang, tempat cabang kriket putra Asian Games dimulai Kamis (24/9/2026).

Menurut Hesson, India saat ini adalah tolok ukur kriket bola putih. “India adalah benchmark dalam kriket bola putih saat ini, dan tantangan kami adalah mengejar itu,” ujarnya seperti dikutip kantor berita AFP. Sejak Hesson mengambil alih jabatan pelatih pada Mei tahun lalu, Pakistan tercatat telah kalah tiga kali dari India di Asia Cup 2025 dan sekali di T20 World Cup tahun ini. India juga merupakan juara bertahan dua edisi T20 World Cup secara beruntun serta meraih emas di Asian Games 2023.

Baca juga:
India vs West Indies: Persiapan Timnas India Jelang T20I Kedua di Ranchi

Pakistan dan India belum pernah bertemu di ajang Asian Games. Namun, kedua tim kemungkinan besar akan bentrok di semifinal pada 1 Oktober 2026 di Nagoya. Sebelum itu, Pakistan akan menghadapi pemenang Pool B yang terdiri dari Hong Kong, Oman, dan Malaysia pada perempat final 28 September. Hesson menekankan pentingnya memulai turnamen dengan baik. “Kami tentu mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan jika mendapat kesempatan bermain [melawan India], kami akan berusaha menekan mereka seperti yang kami lakukan di final Asia Cup,” tambahnya merujuk pada laga final di Dubai tahun lalu.

Sementara itu, di ajang Women’s Asia Cup 2026, India Women menunjukkan dominasi atas Pakistan Women. Dalam laga Grup A di Dubai, Sabtu (5/9/2026), Pakistan yang memilih batting lebih dulu hanya mampu mencetak 55 run dalam 18,1 overs—total terendah mereka dalam T20I. Spinner India, Shree Charani dan Prema Rawat, masing-masing mengambil tiga wicket, sedangkan Deepti Sharma menyumbang dua. Shawaal Zulfiqar menjadi pencetak run tertinggi Pakistan dengan 14, sementara timnya sempat kehilangan enam wicket hanya dengan 15 run.

India menuntaskan target 56 run dengan mudah, mencapai 57/3 dalam 8,4 overs dan menyisakan 68 bola. Shafali Verma membuka dengan 12 run dari enam bola dan menjadi pemain termuda yang mencapai 3.000 run di T20I putri sebelum dihentikan Fatima Sana. Sana mengambil ketiga wicket India, tetapi Harmanpreet Kaur tetap tak terkalahkan dengan 18 run dan menutup pertandingan dengan six. Kemenangan ini membawa India memuncaki Grup A dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Pakistan harus berbenah sebelum menghadapi Hong Kong, China, untuk memastikan tiket semifinal.

Baca juga:
Flamengo Bungkam Grêmio 3-1 di Maracanã, Pedro Borong Dua Gol

Di luar lapangan, hubungan India-Pakistan juga menjadi perhatian. Beberapa hari setelah adu argumen di PBB, seorang pejabat senior India dilaporkan mengunjungi Islamabad untuk pertemuan perencanaan SCO. Meski demikian, fokus publik saat ini tertuju pada bentrokan olahraga antara kedua negara, termasuk laga voli putra Asian Games yang akan mempertemukan India dan Pakistan di perempat final, Kamis (1/10/2026). India yang menempati peringkat 48 dunia akan menghadapi Pakistan yang berada di peringkat 39. India lolos ke perempat final setelah menaklukkan Qatar dengan comeback dramatis, menyelamatkan sembilan match point, dan menyapu tiga kemenangan di Pool C. Sementara Pakistan finis runner-up Pool A di bawah Jepang.

Pada Asian Games sebelumnya di Hangzhou, Pakistan mengalahkan India dalam straight set di laga klasifikasi peringkat kelima. India membalas kekalahan itu di CAVA Nations League 2025, juga dengan straight set. India terakhir meraih medali voli Asian Games pada 1986 (perunggu), dengan medali lainnya adalah perunggu 1958 dan perak 1962. Pertemuan Pakistan vs India di berbagai cabang olahraga ini diprediksi akan menyedot perhatian besar, terutama karena gengsi dan rivalitas panjang kedua negara.

Bagi Pakistan, tantangan terbesar adalah menutup celah performa melawan India di level internasional. Hesson menyadari bahwa timnya perlu tampil lebih agresif dan konsisten jika ingin bersaing. Sementara itu, India datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kesuksesan di T20 World Cup dan Asia Cup. Laga potensial di semifinal Asian Games nanti akan menjadi ujian bagi Pakistan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim terbaik dunia.

Baca juga:
Kane Persembahkan Ballon d’Or 2026 untuk Kompany yang Dirawat di Rumah Sakit

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa persiapan kedua tim terus berjalan. Pakistan akan lebih dulu menghadapi tim dari Pool B, sedangkan India menunggu lawan di babak gugur. Publik pecinta kriket di Asia menantikan apakah Pakistan dapat memberikan perlawanan sengit atau India kembali mendominasi seperti dalam beberapa pertemuan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *