Sorothari – 22 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto menepis prediksi yang mengklaim Indonesia akan kolaps dan menegaskan bahwa Indonesia kini semakin kuat setiap hari. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih.
Prabowo mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada para menteri yang dinilai mampu bekerja secara mandiri dan penuh inisiatif. Ia menekankan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kabinet telah menghasilkan capaian yang membanggakan. “Kita menjalankan pemerintahan dengan bekerja sangat keras. Saya berterima kasih kepada seluruh anggota kabinet. Sebagian dari Saudara-Saudara bekerja tanpa diawasi karena saya berkonsentrasi pada hal-hal penting dalam dua tahun ini,” ujar Prabowo.
Baca juga:Presiden kemudian menyinggung berbagai ramalan yang selama ini menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan ekonomi. Menurutnya, ramalan tersebut kerap muncul namun tidak pernah terbukti. “Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, ternyata semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin kuat. Padahal dunia sedang perang,” tegasnya.
Prabowo mencontohkan ketahanan Indonesia di sektor pangan. Di tengah konflik global yang membuat banyak negara panik terhadap ketersediaan pangan, Indonesia justru berhasil mencapai swasembada pangan. “Dunia sedang perang. Banyak negara risau dan panik masalah pangan. Kita sudah duluan swasembada pangan,” kata dia. Ia juga menyebut sektor energi Indonesia lebih siap dibandingkan negara lain dalam menghadapi tekanan global.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan data pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen. Ia menilai ketahanan pangan menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional. Namun, ia mengingatkan agar jajaran kabinet tidak cepat berpuas diri. “Pekerjaan kita masih banyak, perjalanan masih jauh,” ucapnya.
Baca juga:Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan bahwa ia baru menyadari besarnya persoalan yang dihadapi Indonesia setelah resmi menjabat. Ia menyebut adanya distorsi perekonomian akibat praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, dan penyelundupan yang menyebabkan kekayaan negara mengalir keluar secara signifikan. “Ini hal-hal yang sungguh tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita,” katanya. Data mengenai kebocoran tersebut, menurut Prabowo, berasal dari lembaga internasional, bukan dari pemerintah.
Sidang Kabinet Paripurna ini digelar sebagai forum evaluasi menjelang pidato kenegaraan Presiden pada 16 Agustus 2026 dan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Presiden meminta para menteri untuk terus bekerja keras dan menyelesaikan target pembangunan yang belum tercapai.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, Prabowo optimistis Indonesia akan terus menunjukkan ketahanan dan kekuatan di tengah tantangan global. “Semakin hari semakin kuat,” tandasnya.
Baca juga:












